8 Sebab Kerusakan Forklift

Kadang saking sibuk memilh bengkel service forklift, Anda sampai tak memperhatikan hal krusial lain. Salah satunya adalah mengenali jenis kesalahan yang memicu gangguan pada alat berat tersebut.

Sebuah studi yang dilakukan sepanjang 2014-2015 oleh Health and Safety Executive di Inggris menyatakan bahwa sektor industri manufaktor dan transportasi merupakan faktor penyebab terbesar dalam kecelakaan kerja. Sementara forklift menjadi alat berat yang paling sering tercatat. Sebanyak 23 operator tewas serta 500 lainnya cedera ringan gara-gara tabrakan di lokasi kerja.


Sebelum Memilih Bengkel Service Forklift, Kenali Dulu 8 Pemicu Kerusakannya!

Oleh karena itu, Anda perlu waspada dengan memahami sejumlah kesalahan yang kerap terjadi saat memakai forklift beserta sarannya berikut ini.

1. Tak memahami kapasitas beban

Walau dikategorikan sebagai alat berat forklift tetap mempunyai kapasitas maksimal yang harus dipatuhi. Sayangnya, beberapa operator mengabaikan fakta tersebut dan memaksakan beban yang harus dibawa. Akibatnya, forklift akan tumbang atau terguling hingga membahayakan orang sekitar. Operator yang menangani alat berat tersebut sebaiknya tak melanggar ketentuan dan senantiasa memastikan beban yang dibawa tak melampaui batas.

2. Tak menguasai rute yang dilewati forklift

Forklift yang dikendarai kerap kali melewati rute dengan tumpukan palet, area sempit, hingga dilalui pejalan kaki. Operator yang tak menguasai atau memahami karakter jalur jelas akan mengundang resiko dari kerusakan alat hingga keselamatan orang lain di lingkungan proyek. Ada baiknya operator menjaga jarak aman kurang lebih tiga meter di antara forklift dengan orang lain atau pengendara alat berat lain. Survei sebelum proyek dilaksanakan pun akan membantu.

3. Teledor saat mengangkat pallet

Kesalahan selanjutnya yang menyebabkan kerusakan pada forklift adalah kecerobohan operator kala mengangkut, memindahkan, maupun menurunkan pallet. Jika dilakukan tanpa mengikuti standar, maka risiko forklift terguling, tumbang, dan rusak akan sangat besar. Untuk menghindarinya, pastikan pallet yang hendak diangkut tak menyalahi aturan. Pastikan juga beban yang Anda bawa berada di level terendah dengan jalan atau kaki (kurang lebih 15 cm).

4. Baterai atau cairan hidrolik habis

Apabila Anda memakai forklift dengan baterai atau cairan hidrolik, jangan lupa periksa kapasitas dayanya untuk mencegah kehabisan sumber tenaga. Forklift yang mendadak mati saat berada di area dengan permukaan datar sangat membahayakan, terutama bila Anda membawa muatan. Selain memilih bengkel service forklift yang sesuai, pastikan Anda selalu mengisi ulang daya baterainya saat sudah mencapai 20% alih-alih menunggunya sampai habis.

5. Jarang melakukan pemeliharaan

Meski forklift bisa diperbaiki, kerusakan parah kadang mengharuskan Anda buat membeli alat baru. Anda pun mau tak mau mengeluarkan bujet besar buat menggantinya. Padahal, pencegahan dapat dilakukan dengan pemeliharaan berkala pada forklift. Sayangnya, beberapa orang masih berpikir perawatan rutin adalah langkah boros. Kenyataannya, pemeliharaan maupun pemeriksaan forklift sebelum digunakan akan menyelamatkan mereka dari kecelakaan.

6. Mengendarai forklift dalam kecepatan tinggi

Jika mengendarai sepeda motor dan mobil dalam kecepatan tinggi saja sangat berisiko, apa yang akan terjadi saat Anda melakukannya dengan forklift? Bebannya yang berat akan mengakibatkan kerusakan fatal pada proyek hingga merenggut nyawa orang-orang di dekat alat berat. Jadi jangan abaikan batas kecepatan yang direkomendasikan demi keamanan dan keselamatan. Anda tak perlu merasa terburu-buru kalau memang masih mengikuti jadwal yang diberikan.

7. Sembarangan memarkirkan forklift

Asal parkir forklift tanpa memasang rem tangan berisiko menggerakkan alat berat dan menabrak benda maupun orang di sekelilingnya. Ketimbang mengganti kerugian, sebaiknya Anda biasakan diri buat memarkirkan forklift sesuai petunjuk. Pastikan alat berat tersebut ditempatkan di lokasi aman dengan permukaan rata, tempatkan garpu serendah mungkin, pasang ganjal ban dan rem tangan, serta matikan mesin dan lepaskan kunci dari kontaknya.

8. Menyalahgunakan forklift untuk hal lain

Memakai forklift untuk kepentingan lain, baik disengaja maupun tidak, akan membawa petaka bagi banyak pihak. Sebagai contoh membawa orang dengan menempatkannya di garpu atau menaikkan pekerja lain dengan forklift karena menganggapnya lebih cepat daripada lewat tangga. Meski pada akhirnya usaha tersebut berhasil, sebaiknya jangan diulangi untuk menghindari kecelakaan bersifat fatal. Kenakan juga sabuk pengaman Anda selama berada di lingkungan proyek.

Setelah mengidentifikasikan kesalahan atau faktor penyebab kerusakan forklift, Anda akan lebih mudah menjelaskannya kepada motor yang menangani alat berat tersebut. Dalam skala lebih kecil, Anda bisa menganggapnya sebagai pelajaran agar lebih waspada. Anda tak mau kalau sampai harus ganti rugi atau malah dipecat akibat kesalahan kecil, bukan?

Kendati begitu, risiko kecelakaan di tempat kerja akan selalu ada. Bekali diri Anda dengan menghafal nomor-nomor penting seperti polisi dan rumah sakit yang dapat dihubungi dalam situasi darurat. Anda pun harus memilih bengkel service forklift yang menyediakan garansi berkualitas untuk perawatan.

Baca juga: